Thumb

14Mar, 2020

SMA N 1 TELADAN YOGYAKARTA TANGGAP VIRUS CORONA

 

Wabah infeksi Covid-19 Virus Corona oleh WHO sudah ditetapkan sebagai pandemi. Wabah yang pertama kali muncul di Wuhan Tiongkok itu kini sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Kemenkes merilis setidaknya sudah 96 rakyat Indonesia tersuspec virus corona, lima diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Meski hingga hari ini (Sabtu, 14 Maret 2020), berdasarkan keterangan Dr.,dr. Probosuseno, Koordinator Tim Covid-19 DIY, Yogyakarta dinyatakan negatif corona, daerah terdekat Yogyakarta, yaitu Solo pasien suspect corona sudah memakan korban, satu orang positif corona meninggal dunia. Akibat kejadian tersebut Walikota Surakarta mengumumkan Solo dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa).

Setelah mencermati berbagai edaran dan rekomendasi pemangku kepentingan, mulai dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah raga DIY, maupun Kepala Balai Dikmen Kota Yogyakarta, pada hari ini Sabtu, 14 Maret 2020, Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta mengeluarkan surat edaran tentang Pencegahan Covid-19 kepada orang tua siswa/Keluarga besar SMA Negeri 1 Yogyakarta, yang pokok-pokok isinya sebagai berikut:

  1. Agar warga sekolah membiasakan pola hidup bersih, sehat, dan melakukan olahraga secara teratur, serta berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memberikan izin bagi siswa sedang sakit tidak masuk sekolah dan menganjurkan untuk berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
  3. Membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun/ Antiseptic dengan prosedur yang benar.
  4. Semua warga sekolah sedapat mungkin untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut secara langsung.
  5. Semua warga sekolah diharapkan tidak berbagi makanan, minuman, dan alat tiup music.
  6. Semua warga sekolah membiasakan etika batuk (jaga jarak, tutup hidung dan mulut dengan tisu atau kain).
  7. Semua warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya).
  8. Diharapkan semua warga sekolah untuk membiasakan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.
  9. Diharapkan semua warga sekolah mengonsumsi makanan sehat dengan menu bergizi dan berimbang.
  10. Warga sekolah yang bepergian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan WHO dimohon untuk tidak masuk sekolah untuk 14 hari saat kembali ke tanah air.
  11. Sekolah menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata, dan sebagainya).

Di samping itu, sekolah juga melakukan Gerakan Sosialisasi tentang bahaya Virus Corona, kebersihan, melengkapi alat cuci tangan (antiseptic gel dan sabun) agar warga sekolah membiasakan diri cuci tangan sesering mungkin. Berikut merupakan salah satu banner untuk menyadarkan kepada warga sekolah tentang pengenalan gejala-gejala seseorang terjangkit virus corona (InR/2020).