Thumb

29Jun, 2026

Siswa SMAN 1 Teladan Yogyakarta Kembangkan Game “Buwana Caraka”, Kenalkan Aksara Jawa melalui Petualangan Kerajaan Hindu-Buddha

Yogyakarta – Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan dengan berbagai inovasi kreatif. Dua siswi SMAN 1 Teladan Yogyakarta, Felicia Michaela Yonita dan Amalia Asmaaul Husna, berhasil mengembangkan sebuah game edukatif bernama Buwana Caraka yang mengangkat materi Aksara Jawa dengan latar kehidupan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Melalui game ini, pemain diajak menjelajahi dunia kerajaan kuno sambil mempelajari berbagai bentuk dan penggunaan Aksara Jawa. Konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Gambar Kartu Power-up Buwana Caraka

Felicia Michaela Yonita menjelaskan bahwa Buwana Caraka lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda dalam mempelajari aksara daerah. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi saat ini.
“Banyak siswa menganggap Aksara Jawa sulit dan monoton. Melalui game ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Nusantara,” ujarnya.

Senada dengan itu, Amalia Asmaaul Husna menambahkan bahwa latar kerajaan Hindu-Buddha dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan tradisi tulis dan aksara di Nusantara. Pada masa tersebut, aksara berkembang pesat dan digunakan dalam berbagai prasasti maupun naskah kuno. 
Gambar Uji Coba Produk

Dalam permainan, pemain berperan sebagai seorang penjelajah yang harus menyelesaikan berbagai tantangan,  serta misi yang berkaitan dengan Aksara Jawa. Setiap tantangan dirancang agar pemain dapat mengenal huruf, membaca kata sederhana, hingga memahami penggunaan aksara dalam konteks budaya dan sejarah.
Pengembangan Buwana Caraka juga menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat menjadi media efektif untuk mendukung pelestarian budaya. Melalui pendekatan berbasis game, materi pembelajaran dapat disampaikan secara lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik generasi muda saat ini. Pemanfaatan permainan sebagai media belajar aksara daerah juga telah banyak dikembangkan karena dinilai mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. 

Dengan hadirnya Buwana Caraka, Felicia dan Amalia berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal serta mencintai Aksara Jawa sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya dapat dilakukan melalui cara tradisional, tetapi juga melalui teknologi yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini.