LIMARSA: Board Game Edukasi Aksara Jawa dan Karakter Berbahan Limbah Serat Alam Karya Siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta
Yogyakarta, 25 Juni 2026, Reva Ananda Windara dan Adinda Keisha Althafunnisa, siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta, mencetuskan sebuah inovasi luar biasa: LIMARSA (Limbah, Aksara, Karakter, Serat Alam), board game edukasi aksara Jawa dan karakter yang terbuat dari limbah serabut kelapa dan serbuk kayu serta terintegrasi dengan fitur digital di website.
“LIMARSA kami rancang supaya belajar aksara Jawa tidak lagi terasa membosankan. Melalui board game yang dipadukan dengan fitur digital, anak-anak bisa belajar sambil bermain,” ujar Reva, salah satu penggagas LIMARSA.

Gambar Pelajar SMP Memainkan LIMARSA
Cara bermainnya cukup sederhana. Pemain menutup seluruh lubang papan dengan kepingan, lalu memindai QR code di papan untuk mengakses website. Selanjutnya, pemain bergiliran membuka satu lubang dan harus menyebutkan dengan benar aksara Jawa di dalamnya, jika salah, kepingan tersebut diberikan ke pemain berikutnya. Permainan menjadi lebih menantang dengan adanya lubang hijau yang memberi giliran tambahan, serta lubang merah yang mengharuskan pemain menjawab soal di website untuk mendapatkan kepingan hadiah. Pemain dengan kepingan terbanyak di akhir permainan menjadi pemenangnya.
“Website yang terhubung lewat QR code itu yang membuat LIMARSA berbeda dari board game lain. Di sana terdapat materi aksara Jawa dan karakter, soal interaktif, mini game, hingga panduan main lengkap,” jelas Adinda.
Selain konsep hybridnya, LIMARSA juga unggul dari sisi keberlanjutan, material papannya berasal dari limbah serabut kelapa dan serbuk kayu yang diolah dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga produksi. LIMARSA juga menyisipkan materi penguatan karakter sesuai PKJ (Pendidikan Khas Kejogjaan) seperti moral, etika, dan sopan santun sehingga LIMARSA tidak hanya mengajarkan aksara Jawa, tetapi juga membentuk karakter penggunanya.
Saat ini, LIMARSA dijual melalui media sosial, marketplace online, dan penjualan langsung, dengan pelajar SD dan SMP sebagai target utama. LIMARSA juga membuka peluang pengadaan bagi sekolah dan komunitas budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ingin menghadirkan media edukasi interaktif ini ke lingkungan mereka.
