Siswa SMA Yogyakarta Ciptakan EMORA CALMBOX, Music Box Edukasi Pengenalan Emosi Anak Berbasis Tembang Jawa
Yogyakarta — Dua siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta menciptakan EMORA CALMBOX, sebuah music box edukasi berbasis tembang Jawa yang membantu anak usia dini mengenali emosi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa sejak dini.
Produk yang dikembangkan oleh Saila Ghany Alfarisa dan Henry Wijaya, siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta itu, memadukan media fisik berupa music box dan kartu refleksi dengan platform digital berupa website interaktif, sebagai bagian dari program inovasi dan kewirausahaan siswa di sekolahnya.
“Kami ingin anak-anak bisa mengenali perasaannya sendiri sejak dini, tapi dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan budaya kita,” ujar Saila dalam keterangannya.
Menurut Saila, EMORA CALMBOX dikembangkan dengan pendekatan budaya lewat sepuluh tembang Jawa pilihan yang dibagi ke dalam tiga kategori emosi, yaitu sedih, ceria, dan marah. Setiap tembang ditampilkan lewat karakter Rara dan Gema yang muncul di kartu refleksi maupun website, lengkap dengan ilustrasi gamelan, motif batik Kawung, dan aksara Jawa untuk menegaskan akar budayanya.

Gambar Purwarupa music box EMORA CALMBOX dengan tombol pemilih emosi Sedih – Ceria – Marah.
Produk ini juga dilengkapi kartu refleksi dengan barcode yang mengarahkan pengguna ke website interaktif EMORA, tempat anak dapat menjelajahi empat fitur pembelajaran, yaitu Roso untuk refleksi perasaan, Ngenali untuk memahami lirik dan suasana lagu, Crita untuk mengenal asal-usul tembang, serta Kawruh untuk menyerap nilai moral di dalamnya. Sebagai tambahan, EMORA CALMBOX bisa dikendalikan dari jarak jauh lewat jaringan WiFi EMORA_SOUNDBOX, sehingga orang tua tetap bisa mendampingi anak meski tidak berada di sampingnya.

Gambar Kartu refleksi EMORA CALMBOX dan tampilan website interaktif dengan empat fitur pembelajaran.
“EMORA CALMBOX kami targetkan untuk anak usia 5 sampai 14 tahun, termasuk orang tua dan tenaga pendidik yang ingin mendampingi anak mengenal emosinya lewat media yang dekat dengan budaya sehari-hari,” ujar Henry.
Produk ini sudah diujicobakan kepada siswa SD dan SMP, dilengkapi wawancara dengan keluarga pengguna serta konsultasi langsung bersama ahli gamelan dan tembang Jawa, untuk memastikan setiap lagu yang dipilih sesuai makna emosinya dan mudah dipahami anak-anak.

Gambar Proses konsultasi dengan ahli gamelan dan tembang Jawa.
EMORA CALMBOX turut mendapatkan penilaian ahli dari Exwan Andriyan Verrysaputro, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Dalam lembar validasinya, Exwan menilai kesesuaian pemilihan tembang Jawa, makna emosi, dan nilai budaya pada produk ini mencapai skor 910 dari 1.000 atau setara 91 persen, masuk dalam kategori “Valid”.
Adapun uji kelayakan melalui kuesioner skala Likert kepada siswa SD dan SMP mencatatkan skor rata-rata 42,7 dari 50 atau setara 86,8 persen, masuk dalam kategori “Sangat Layak” sebagai media pengenalan emosi untuk anak usia 5 hingga 14 tahun.
Inovasi ini turut mendapat apresiasi dari kalangan pendidikan. Pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta mengaku menyambut baik kehadiran EMORA CALMBOX karena dinilai membantu capaian pendidikan anak usia dini, khususnya pada fase pengenalan dan pengelolaan emosi.
“Saya sangat mengapresiasi karya ini. Produk seperti EMORA CALMBOX sangat membantu anak-anak mengenali emosinya sejak dini dengan cara yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan budaya Jawa,” ujar Ruth Delani, S.Pd., Staf Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kota Yogyakarta.
Menurutnya, kehadiran produk semacam ini juga menjawab keresahan terkait masih rendahnya pendampingan emosi anak, sebagaimana tercermin dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat 56,7 persen orang tua belum memantau perkembangan anak secara optimal, sementara 9,5 hingga 14,2 persen anak usia dini mengalami keterlambatan perkembangan emosional.
“Produk berbasis budaya lokal seperti ini bisa menjadi alat bantu yang dekat dan mudah diterima oleh keluarga Indonesia,” kata Ruth Delani, S.Pd.
Kedepannya, EMORA CALMBOX rencananya akan dipasarkan melalui tiga skema sekaligus, yaitu business to customer lewat e-commerce dan media sosial, business to business dengan sekolah, PAUD, toko mainan, dan komunitas parenting, serta business to government melalui pameran budaya dan kegiatan edukatif pemerintah.

Gambar Wawancara dengan Dinas Dikpora Kota Yogyakarta
Penulis: Saila Ghany Alfarisa & Henry Wijaya | SMA Negeri 1 Yogyakarta
Media sosial dan kanal resmi EMORA CALMBOX: https://emoracalmbox.carrd.co/
