Thumb

29Jun, 2026

Siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta Kembangkan DESANGI, Miedes Instan Gluten-Free Berfortifikasi Kemangi

Yogyakarta, Juni 2026 - Dua siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, Asri Tilawangi dan Nastiti Nuri Nariswari, mengembangkan inovasi pangan bernama DESANGI, yaitu miedes instan berbahan dasar pati singkong dengan fortifikasi daun kemangi. Ide ini muncul untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai miedes, produk khas dari Desa Srihardono, Pundong, Bantul, DIY. DESANGI dibuat dalam wujud instan agar dapat dengan mudah dipasarkan dan disimpan dalam beberapa waktu untuk kemudian dimasak sebagaimana mi instan lainnya. "Kami ingin menghadirkan alternatif mi instan yang lebih sehat sekaligus memperkenalkan miedes khas Bantul kepada masyarakat," ujar Nastiti Nuri Nariswari. 

Sebagian besar mi instan yang beredar di pasaran berbahan dasar tepung terigu dan mengandung berbagai bahan tambahan pangan untuk memperpanjang masa simpan. Berbeda dengan mi instan pada umumnya, DESANGI bersifat rendah gluten karena menggunakan pati singkong yang bebas gluten.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Asri dan Nastiti memilih pati singkong dan kemangi sebagai bahan utama DESANGI. DESANGI dikemas dengan kemasan standing pouch untuk menjaga kualitas produk serta dibuat instan agar memudahkan pemasaran dan penyajian. 

Dalam pembuatannya, tim terlebih dahulu melakukan observasi dan belajar langsung dari pengrajin miedes di Desa Srihardono, Bantul. Kemudian berbagai eksperimen dan pengembangan dilakukan agar mendapatkan hasil produk dengan kualitas terbaik untuk dipasarkan. 

DESANGI ditujukan bagi konsumen berusia 15–40 tahun. Meski demikian, produk ini dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. DESANGI mendukung para petani lokal khususnya petani singkong dan kemangi lokal. DESANGI menjadi alternatif bahan pangan sehat berbasis kearifan lokal Bantul. 

Melalui inovasi DESANGI, tim berharap masyarakat memiliki pilihan mi instan yang lebih sehat sekaligus turut mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal. "Harapannya, DESANGI dapat menjadi pilihan pangan praktis yang tetap memperhatikan aspek kesehatan," kata Asri Tilawangi. Ke depan, tim berencana memperluas pemasaran melalui media sosial, lokapasar, serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra distribusi agar DESANGI semakin dikenal sebagai alternatif mi instan sehat berbasis pangan lokal.