Thumb

29Jun, 2026

REMPAH: Game Edukasi Kuliner Nusantara Karya Siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta

Yogyakarta, 28 Juni 2026—Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap kuliner tradisional Indonesia, dua siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta, Alya Mukhbita Putri Aryani dan Diandra Firza Saphira, mengembangkan REMPAH (Ruang Eksplorasi Masakan Pangan Asli Nusantara yang Sehat), sebuah game simulasi memasak yang menggabungkan hiburan dengan edukasi budaya.

Melalui Rempah , pemain diajak memasak berbagai makanan khas dari seluruh Indonesia dengan mengikuti tahapan memasak, memilih bahan dan rempah yang tepat, serta menyelesaikan daily task dan berbagai tantangan untuk membuka resep-resep baru. Tidak hanya itu, setiap resep juga dilengkapi informasi mengenai sejarah masakan, manfaat rempah-rempah, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya sehingga pemain dapat belajar sambil bermain.

"Kami ingin menghadirkan media belajar yang menyenangkan agar generasi muda bisa lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara melalui game," ujar Alya.

Gambar anak SMA memainkan game REMPAH

Cara memainkan REMPAH cukup sederhana. Pemain akan memulai permainan dengan permintaan resep masakan tradisional sesuai level. Selanjutnya, pemain mengikuti tahapan memasak mulai dari memilih bahan, mengolah rempah-rempah, hingga menyelesaikan hidangan sesuai instruksi dalam permainan. Setiap resep yang berhasil diselesaikan akan memberikan poin sebagai bentuk pencapaian pemain. Poin yang diperoleh dapat digunakan untuk membuka bahan-bahan khusus maupun resep masakan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Selain itu, pemain juga akan memperoleh berbagai informasi mengenai asal-usul masakan, manfaat setiap rempah yang digunakan, hingga filosofi budaya yang melatarbelakangi hidangan tersebut.

Keunggulan REMPAH terletak pada perpaduan gameplay simulasi memasak dengan konten edukasi yang terintegrasi. Berbeda dari game memasak pada umumnya, REMPAH tidak hanya berfokus pada proses memasak, tetapi juga mengajak pemain mengeksplorasi keberagaman kuliner Indonesia secara bertahap melalui sistem poin dan tantangan yang membuat pengalaman bermain semakin menarik.


Gambar kunjungan ke dinas pendidikan dan kebudayaan DIY untuk konsultasi

Tim pengembang REMPAH melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DIY untuk berkonsultasi mengenai pengembangan game edukasi yang sedang dikembangkan. Dalam pertemuan tersebut, tim mempresentasikan konsep, fitur, serta materi yang diangkat dalam game, sekaligus meminta masukan terkait kesesuaian konten dengan kebutuhan pembelajaran dan penerapannya di lingkungan pendidikan.

Melalui sesi diskusi, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan berbagai saran dan rekomendasi untuk menyempurnakan aspek materi, tampilan, serta pengalaman pengguna. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan Game REMPAH agar menjadi media pembelajaran yang lebih menarik, edukatif, dan bermanfaat.

REMPAH dirancang untuk dapat diakses oleh pelajar maupun masyarakat umum melalui perangkat smartphone. Game ini akan tersedia dalam dua pilihan, yaitu versi gratis dengan sistem pembukaan fitur secara bertahap menggunakan poin, serta versi premium yang memberikan akses penuh ke seluruh fitur dan koleksi resep dalam permainan.

Saat ini REMPAH masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Ke depannya, Alya dan Diandra berharap game ini dapat menjadi media pembelajaran digital yang mampu memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Indonesia sekaligus menumbuhkan cinta generasi muda terhadap budaya bangsa.

Melalui REMPAH, generasi muda diajak mengenal kembali kekayaan kuliner Nusantara dengan cara yang menyenangkan, yakni belajar sambil bermain, memahami sejarah dan filosofi di balik setiap masakan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur. Diharapkan REMPAH dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa, sekaligus menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berkarya dan berdampak nyata bagi masyarakat.